ALASANPERTAMA kita dipanggil untuk melayani ialah karena kita diciptakan agar dapat mengatur hidup kita untuk kemuliaan Tuhan, "Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku" ( Yesaya 43:6,7 ). Kitadipanggil untuk melayani semua orang, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, orang yang ramah maupun yang tidak terlalu ramah. Kapan terakhir kali Anda "membasuh kaki" seseorang seperti Yudas? —Dave Branon Lalu ia mulai ke gereja, tetapi khotbah-khotbah di gereja tak menjawab pertanyaannya. Apa yang ia lihat dari Terintegrasinyasemua elemen ini akan menempatkan gereja sebagai sebuah persekutuan yang melayani dan bersaksi bukan hanya bagi dirinya sendiri tetapi bagi Kristus. Untuk itu diperlukan 3 hal utama yakni: Brave = keberanian untuk menyatakan Injil Brain = kemauan untuk terus menerus belajar tentang Firman Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Di akhir jaman ini banyak penyimpangan yang terjadi di gereja-gereja Tuhan. Penyesatan dimana-mana, dan banyak sekali penyimpangan-penyimpangan ajaran di gereja Tuhan. Banyak jemaat Tuhan yang ke gereja karena mengidolakan hamba Tuhannya, bukan Tuhan yang dicari. Gereja Tuhan hari-hari ini mempertontonkan pertunjukan-pertunjukan yang tidak sesuai dengan kebenaran, supaya menarik anak-anak muda. Banyak orang tidak sadar bahwa dia di tipu oleh penyesat- penyesat. Bukan Tuhan yang disembah, tetapi hanya kedagingan mereka yang disenangkan. Gereja sedang dalam kesakitan. Karena itu kita harus hidup dalam kebenaran yang murni. Kesesatan harus diberitakan, bukan hanya tentang berkat-berkat saja yang perlu dikumandangkan oleh gereja-gereja Tuhan. Kita membutuhkan Revival. Revival bukan EO rohani, yang dikemas dengan pertunjukan mewah, artis-artis terkenal, atau musik yang spektakuler. Revival adalah hati yang berbalik kepada Kristus, hati yang bertobat, Hati yang diberikan kepada rencana dan kehendak Tuhan. Yunus dipanggil oleh Tuhan untuk memberitakan tentang Tuhan kepada Niniwe. Tetapi dia hendak melarikan diri ke Tarsis. Sehingga Tuhan mendidik Yunus, Tuhan membiarkan dirinya jatuh ke laut dan masuk dalam perut ikan selama 3 hari. Tuhan memanggilnya kembali ke panggilannya yang semula memenangkan kota Niniwe, sehingga seluruh Niniwe mengenal Tuhan Yunus 13. Tuhan punya panggilan untuk setiap kita Mungkin kita juga seperti Yunus, kita melarikan diri dari panggilan Tuhan. Tetapi Tuhan begitu rindu mempertahankan dan mengejar setiap kita. Tuhan sudah menyiapkan sebuah misi untuk kita kerjakan dalam hidup ini. Sayangnya banyak orang yang tidak mau menjalankan misinya. Mereka mau mengatur hidup mereka sesuka hatinya. Pada mulanya, Yunus dengan sengaja menaiki perahu yang tujuannya bukan ke Niniwe. Apakah kita juga demikian? Jangan salah menaiki kapal! Ada kapal yang bisa membawa kita menuju panggilan kita, dan ada kapal yang bisa membuat kita jauh dari panggilan Tuhan. Ada kapal pesiar yang isinya orang2 kaya, mereka berpesta pora dalam kapal, sedangkan pelayan-pelayan bekerja keras untuk melayani orang-orang kaya itu. Berbeda dengan kapal perang. Dalam kapal perang semua bergandengan tangan untuk menghadapi peperangan di depan mereka. Gereja Tuhan harusnya menjadi kapal perang, yang tujuannya membawa kita kepada kemenangan. Banyak orang yang lari dari panggilannya. Tetapi Tuhan panggil lagi Yunus dengan cara-Nya. Ini adalah sebuah proses penyadaran. Kalo kita ingin diangkat Tuhan, kita harus siap diproses dan dimurnikan Tuhan. Ketika Yunus mendapatkan panggilan yang kedua, Yunus taat dan melakukan apa yang Tuhan katakan. Ketika dia meresponi panggilan Tuhan, satu kota diselamatkan. Tuhan juga rindu memakai kita untuk menjadi alat-Nya menjangkau mereka yang terhilang. Bagi tuhan, jiwa-jiwa itu sangat berharga. Mari ajak orang-orang sekeliling kita untuk mengenal Tuhan. Diperlukan orang-orang yang meresponi panggilan-Nya. Dibutuhkan orang-orang yang mau dipakai Tuhan menggenapi rencana-Nya yang besar. Maukah anda meresponinya? Hits 1257Tema renungan kita hari ini adalah “Dipanggil Untuk Melayani “. Dalam beberapa minggu ini kita telah merenungkan kebenaran tentang pelayanan “Diciptakan untuk melayani”, “Diselamatkan untuk melayani” dan “Dipanggil untuk melayani”. Kita telah melihat penciptaan Adam; Paulus, Petrus dan yang lainnya diselamatkan oleh kasih karunia. Hari ini kita akan merenungkan bahwa kita bukan hanya diciptakan, diselamatkan, tapi kita juga sekelompok orang yang dipanggil. Sejak Adam jatuh ke dalam dosa, manusia tidak dapat melepaskan diri dari belenggu dan kuasa dosa serta semakin jauh dari Tuhan. Tapi kasih Tuhan kepada manusia tidak pernah berubah, sehingga dengan segala cara supaya manusia bisa kembali ke dalam pelukanNya. Bangsa Israel melalaikan kewajibannya Dalam zaman Perjanjian Lama, Allah menampakkan diri kepada Abraham dan memanggilnya dari di Ur-Kasdim, kota berhala serta memerintahkan dia pergi dari negerinya, sanak saudaranya, dan dari rumah bapanya, ke negeri yang akan Dia tunjukkan kepadanya; sekaligus berjanji akan memberkati dia berlimpah-limpah, membuat dia menjadi bangsa yang besar, dan oleh dia semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Lebih lanjut karena Abraham dipanggil, oleh dia segala bangsa akan beroleh berkat, dan oleh keturunannyalah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat Kej. 2217-18. Itu berarti mereka harus menjadi saksi bagi Tuhan dan dapat mengenal TUHAN Allah. Sayangnya, bangsa Israel bukan hanya tidak menyelesaikan tugas ini, sebaliknya merasa dirinya adalah umat pilihan Allah, dan menganggap bangsa-bangsa lain adalah bangsa kafir yang najis bahkan orang berdosa yang tidak sepadan dengan anjing. Keselamatan di dalam Yesus Kristus Puji syukur kepada Tuhan! Ia tidak menyerah karena bangsa Israel mengabaikan kewajibannya, dan mengutus Yesus Kristus datang untuk menggenapi karya besar penebusan untuk menyelamatkan seluruh umat manusia Yoh. 316, dan di dalam Perjanjian Baru memanggil kita menjadi anak-anak Allah dan umat pilihan baru. Karena kita adalah umat pilihan maka ada misi yang harus kita tunaikan, seperti yang dikatakan 1Ptr. 29 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”. Juga Amanat agung yang kita semua sangat familiar Mat. 2819-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Apa akibat jika kita tidak menggenapi misi? Orang-orang percaya sering berpikir saya tidak melayani seharusnya tidak ada masalah, terutama hanya saya seorang. Masih ingatkah tema renungan kita dua minggu yang lalu? Hubungan anggota tubuh dan tubuh, karena salah satu anggota tubuh tidak menjalankan fungsinya akan mempengaruhi seluruh aktivitas tubuh. Jika dalam sebuah keluarga ada anggota yang tidak bisa melakukan apa-apa, apakah keluarga ini bisa bahagia dan tenang karena dia? Bahkan dari pengalaman sejarah Israel kita telah melihat yang lebih menyedihkan dan mengerikan. Karena melalaikan kewajiban mereka, menolak nasehat dan peringatan dari para nabi yang dibangkitkan oleh Allah, akhirnya mereka menanggung bencana yang belum pernah dialami oleh bangsa-bangsa lain, berulang kali menjadi negeri jajahan. Perjanjian Lama dan setelah tujuh puluh tahun bencana besar sesudah Masehi, negaranya musnah seribu tahun lebih, dimana-mana mereka mau dibunuh dan ditumpas habis, ini adalah konsekuensi dari melalaikan tugas. Setelah Pentakosta Jemaat Yerusalem didirikan dan mengalami kebangunan besar, tapi tanpa sengaja orang-orang percaya lupa akan misinya, maka Allah mengizinkan penganiayaan hebat Stefanus dan Yakobus dibunuh, orang-orang percaya ditangkap dan dipenjarakan, karena itu terseraklah mereka dan pergi keluar sambil memberitakan Injil. Apakah kita ingin menunggu sampai penganiayaan datang baru mau keluar menunaikan misi kita “memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”? Mat. 2819-20; Mrk. 1615-20; Luk. 2446-48; Kis. 18 Bilangan 31-51 Ayat 12 Sesungguhnya, Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka, yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku. Tuhan mengkhususkan suku Lewi untuk melayani di Kemah Suci. Mendukung pelayanan keimaman yang dipercayakan kepada keluarga Harun. Oleh karena itu orang Lewi tidak dipersiapkan untuk berperang melainkan untuk mempersiapkan dan memastikan pelayanan keagamaan di Kemah Suci dilangsungkan dengan baik dan benar. Kekhususan dan keistimewaan suku Lewi, ada hubungannya dengan penebusan Allah atas putra sulung dari bangsa Israel ketika mereka akan keluar dari Mesir. Semua putra sulung Mesir dibinasakan, sementara putra-putra sulung bangsa Israel diselamatkan Kel. 11-12. Artinya, semua putra sulung Israel ialah milik Tuhan. Dan dipercayakan untuk melayani Tuhan di Kemah Suci-Nya. Melalui kematian Tuhan Yesus di Kayu Salib untuk menebus dosa manusia, kita yang meresponi dan percaya kepada-Nya dipanggil untuk melayani Tuhan. Tetapi tidak semua dipanggil untuk melayani penuh waktu dan khusus di rumah Tuhan. Setiap orang memiliki panggilan khusus di bidangnya masing-masing. Ada yang panggilannya di dunia sekuler. Sebagai pengusaha, karyawan, dokter, pengajar dan lain sebagainya. Ada juga yang memang Tuhan panggil untuk melayani sepenuh waktu di gereja atau rumah Tuhan. Di sanalah kita harus melayani Tuhan dengan sepenuh waktu Kol. 323. SEMUA PELAYANAN, BAIK DI GEREJA, LEMBAGA KRISTEN MAUPUN DI DUNIA SEKULER, SEMUANYA KUDUS DI MATA TUHAN. Tuhan memberkati. RENUNGKAN Apakah saya dipanggil untuk melayani Tuhan? Di mana panggilan Tuhan untuk saya melayani? DOA Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan Firman Tuhan hari ini?

khotbah dipanggil untuk melayani